Selasa, 11 Desember 2018 : 05:27:23 WITA
Berita Terkini
Kementan Rumuskan Strategi Memperkuat Diversifikasi Pangan

Jakarta - Mentan Amran Sulaiman menilai masyarakat kurang mengonsumsi protein dari sumber pangan hewani. Untuk mengatasi itu, dibutuhkan strategi untuk memperkuat penganekaragaman (diversifikasi) pangan di Indonesia.


"Masyarakat kita masih kurang mengonsumsi protein dari sumber pangan hewani. Juga kurang mengonsumsi sayur dan buah," kata Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Minggu (29/7/2018).

Hal itu terungkap dalam sambutan Amran yang dibacakan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi saat rapat koordinasi BKP di Jakarta, Sabtu (28/7). 

Menurut Amran, jika kondisi ini tetap dibiarkan, generasi penerus Indonesia akan memiliki daya saing yang kecil dibanding negara lain.

"Karena itu, diperlukan suatu strategi yang tepat untuk memperkuat program penganekaragaman pangan dan implementasinya di masyarakat," tegas Amran yang juga Ketua Harian Dewan Ketahanan Pangan itu.

Amran mengatakan saat ini bangsa Indonesia masih dihadapkan pada permasalahan pangan dan gizi, termasuk akses terhadap pangan. Selain itu, permasalahan pola konsumsi pangan masyarakat Indonesia masih jauh dari kata ideal, di mana saat ini didominasi karbohidrat dari padi-padian.

Amran pun mengatakan, potensi sumber daya pangan Indonesia cukup berlimpah. Terdapat sekitar 100 jenis pangan sumber karbohidrat, 100 jenis kacang-kacangan, 250 jenis sayuran, dan 450 jenis buah-buahan.

"Keanekaragaman hayati ini, bila kita kelola dengan baik akan menjadi bahan pangan bukan hanya dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia, juga bisa memenuhi kebutuhan pangan dunia," jelas Amran.

Selain itu, produksi pangan yang beragam juga sangat penting mempercepat penganekaragaman konsumsi pangan. Harapannya untuk meningkatkan kualitas konsumsi pangan dan gizi masyarakat, sehingga dapat mewujudkan manusia Indonesia yang sehat, aktif, dan produktif.

Amran kemudian mengatakan, diperlukan pemikiran dan kerja keras semua pemangku kepentingan termasuk dari Kelompok Kerja (Pokja) Bidang Ahli dan Bidang Pemberdayaan Dewan Ketahanan Pangan.

Dalam rakor yang dipandu oleh Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Sam Herodian, beberapa paparan diskusi ini disampaikan oleh Kepala BKP/Sekretaris DKP Agung Hendriadi, peneliti BPPT Nur Mahmudi Ismail, dan Ketua Pokja Ahli Dewan Ketahanan Pangan Drajat Martianto.

Selain itu, acara rakor Dewan Ketahanan Pangan ini dihadiri pukla oleh para Pokja Bidang Ahli dan Pokja Bidang Pemberdayaan Ketahanan Pangan dan Kepala Dinas dari seluruh Provinsi di Indonesia (selaku Sekretaris DKP Provinsi). (ega/zlf)

Sumber: detik.com

Sekilas Informasi