Selasa, 11 Desember 2018 : 06:04:55 WITA
Berita Terkini
Pasokan Beras di Daerah Melimpah, Bulog Rem Operasi Pasar

Jakarta - Perum Bulog memutuskan mengurangi jumlah beras yang didistribusikan untuk Operasi Pasar (OP) dalam rangka mengendalikan harga beras di tengah kemarau. 

Keputusan ini diambil setelah Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi, melakukan pengecekan langsung ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Sabtu (8/9/2018) kemarin. 

Peninjauan dilakukan karena program OP telah dilakukan sejak 4 September lalu, tetapi yang terserap pasar sangat sedikit. 

"Kita kan ditugaskan melakukan operasi pasar secara masif 15 ribu ton per hari secara nasional. Tapi ternyata baru terserap 1.000 sampai 2.000 ton per hari. Ini ada apa? " jelas Tri dalam keterangan tertulis Minggu (9/9/2018). 

Di PIBC Tri menemukan penyebabnya. Ternyata pasokan beras dari daerah masih banyak. Dengan begitu ia menyimpulkan pasar masih belum memerlukan beras OP dari Bulog.

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi yang juga ada di lokasi peninjauan, membenarkan hasil pengecekan yang didapat Tri. 

Menurutnya rendahnya penyerapan di PIBC dikarenakan saat ini pengiriman beras dari luar daerah masih lancar. Hampir 50 persen pasokan beras berasal dari Jawa Barat. 

"Posisi stok PIBC saat ini di level 45 ribu ton lebih. Ini masih tergolong aman, karena batasnya 25 ribu - 30 ribu ton. Sementara pasokan dari daerah rata-rata 3 ribu sampai 5 ribu ton", jelas Arief. 

 

Namun begitu Bulog tetap menyiapkan beras OP untuk digunakan sewaktu-waktu jika dibutuhkan. Lancarnya pasokan beras di tengah kemarau yang sedang dihadapi petani, sesuai dengan data optimis yang dirilis Kementerian Pertanian (Kementan).

Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan membuat perkiraan konsumsi beras nasional pada periode Januari-Agustus 2018 sebesar 21,57 juta ton. Angka ini merupakan perkiraan kebutuhan beras untuk konsumsi rumah tangga dan konsumsi tidak langsung (horeka, industri, dll) sebesar 20,35 juta ton, ditambah perkiraan penggunaan beras non pangan sebesar 1,22 juta ton.

Sementara berdasarkan Angka Ramalan I (ARAM I) tahun 2018, Luas Panen Padi bulan Januari - Agustus 2018 sebesar 12,18 juta ha. 

Diperkirakan pada periode tersebut produksi padi mencapai 62,76 juta ton GKG, dengan produktivitas sebesar 5,1 ton/hektar. Sehingga produksi beras bulan Januari - Agustus 2018 diperkirakan sebesar 39,37 juta ton. 

"Dengan demikian pada periode tersebut (Januari-Agustus 2018) terdapat surplus produksi beras sebesar 17,81 juta ton. Kelebihan produksi beras tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan beras selama 4 bulan ke depan (kemarau-Red). Selain itu adanya kegiatan panen yang masih akan berlangsung selama 4 bulan ke depan, maka ketersediaan beras akan terus bertambah," jelas Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) Kementan, Ketut Kariyasa. (dna/dna)

 

Sumber: detik.com

Sekilas Informasi