Kamis, 14 Nopember 2019 : 01:02:31 WITA
Berita Terkini
Kenaikan Harga Telur di Balikpapan Masih Wajar

BALIKPAPAN - Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga di Balikpapan adalah telur dan daging ayam, Minggu (16/12/2018). Harga telur ayam mencapai Rp 1.700 per butir, sedangkan harga daging ayam sekitar Rp 50.000 per ekor.

Jika dihitung kenaikan komoditas telur mencapai Rp 3.000 per piring. Kenaikan harga telur ini sudah terjadi dari beberapa hari yang lalu.

Hal ini dianggap wajar karena menjelang hari besar biasanya permintaan meningkat.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan Muhammad Saufan mengatakan, kenaikan harga beberapa komuditas ini sangatlah wajar. Asalkan kenaikan tidak lebih dari 10 persen. 

"Masih wajar kalau harganya naik sekitar Rp 3.000, sebab harga naik itu tidak lebih dari 10 persen dari harga biasanya," ungkap Saufan.

Menurutnya, jika harganya pun naiknya sampai Rp 60.000 per piring itu masih dikatakan normal.

Saufan menyatakan, untuk kenaikan harga telur ayam per piring ini tentunya mempengaruhi harga telur ayam per butir.

Adapaun kenaikan harga telur ayam antara lain, dari Rp 1.600 menjadi Rp 1.700 ukuran kecil, dan Rp 1.800 menjadi Rp 2.000 per butir ukuran besar.

"Jadi kisaran harga telur mulai Rp 1.700 sampai Rp 2.000 oer butir masih termasuk wajar," kata Saufan.

Meski pun di Pasar Klandasan sebelumnya para pedagang mengaku sepi pembeli, namun tetap akan menaikkan harga.

"Bisa dipastikan, jelang Natal dan Tahun Baru harga akan naik lagi. Saat ini telur ayam sudah naik sekira Rp 3.000 per piring," ujar Saufan.

Saufan pun selalu mengingatkan para pedagang jangan menaikkan harga melebihi 10 persen.

Selama tidak melebihi 10 persen, kenaikan harga dianggap wajar dan diperbolehkan.

"Sudah ada aturannya, karena ini temasuk harga pangan, dan harga pangan tidak boleh naik melebihi 10 persen. Jadi pedagang juga kalau menaikkan sesuai saja tidak melebihi itu," ucap dia.

Menurutnya, jika pedagang menaikkan harga, produsen akan dirugikan.

"Untuk komoditas telur ini kan wajar kalau akhir tahun begini, apalagi Natal dan Tahun Baru harganya naik. Sebab memang banyak warga yang cari," katanya. (*)

Sekilas Informasi